Inilah Cecilia......................

☺☻ Hello..... welcome to my blog.... Humm..... yeaay.... Thank you for visiting .... Hahahahahaa... ☺☻

Senin, 04 Juli 2011

Aku adanya... (part I)

Aku bukan cewek manis yang tak bosan dilihat..
Aku bukan perempuan cantik yang bisa memuaskan matamu..
Aku bukan wanita kaya yang bisa mengajakmu makan setiap hari..
Aku bukan malaikat yang bisa memperhatikanmu setiap jam..
Aku bukan wonder woman yang bisa selalu ada disaat kau butuhkan..
Namun aku hanya punya 1 jaminan untukmu...
aku akan menjadi orang yg slalu menyayangimu,
selalu memperingatimu ketika engkau berbuat salah,
selalu mengidolakanmu,
mengoleksi foto-foto jadulmu,
cari tahu hal-hal yang kau senangi,
membuka profil facebookmu diam-diam,
mungkin memang ini kedengaran terlalu agresif..
Tapi entahlah aku tidak bisa menahan diri untuk memperhatikanmu..
Jika pada akhirnya aku terlalu berlebihan, tolong sampaikan padaku agar aku bisa menjadi sahabat yang tidak akan membuatmu risih...
Banyak orang berkata aku salah..
Namun aku tidak tahu harus menjadi siapa agar aku bisa diterima orang lain..
Hingga akhirnya aku memutuskan untuk tetap menjadi diriku..
Aku tahu terlalu baik itu salah..
terlalu perhatian itu salah..
terlalu cinta mungkin juga salah..
Maka aku memutuskan untuk menahan diri memperhatikanmu..
tidak selalu me'like' statusmu meski sudah kubaca berulang-ulang..
tidak mengirimmu pesan setiap hari agar kau tidak bosan..
pura-pura tidak melihatmu disatu pertemuan agar suatu kali kau tidak lari melihat kehadiranku ketika kau malas di sapa..
Atau jujur saja aku takut menyapamu di tengah keramaian karena aku takut kau melihat mataku yang begitu lemah dihadapanmu,
atau aku takut ketika aku menyapamu seorang lain mengajakku bicara sehingga aku harus meladeninya dan cuek padamu,
atau mungkin saja ketika orang lain memanggilku saat itu aku malah tidak mendengar mereka dan mereka menjadi curiga..

Uuh, tanpa kau sadar banyak sekali pengalaman ku alami meski tak setiap hari bertemu denganmu..
Mungkin memang karena aku tak butuh melihatmu setiap hari untuk jatuh cinta padamu...


(to be continued..)

Kamis, 30 Juni 2011

Gambar diri yang benar....

Saya baru menyadarinya beberapa tahun terakhir..
dulu karena ketidakpercayaan diri saya sering selfpotrait dengan tangan yang menutup mulut/bibir, berfoto dengan wajah murung,dsb..
Baru-baru ini saya membandingkan foto-foto di album saya yakni foto-foto yang tersusun dari berkisar 2-3 tahun terakhir dengan foto-foto saya sekarang dan saya mencoba mengingat apa saja yang ada dalam pikiran saya saat berfoto dulu dan sekarang..

Yang saya dapati adalah "gambaran diri yang benar"..
Dulu saya sering menutup mulut saya karena saya tidak suka melihat senyum saya.. saya jarang senyum karena hari-hari saya jarang di warnai dengan senyuman.. foto-foto yang mengambil angle dari atas menunjukkan bahwa saya merasa lemah dan tidak berharga.. Dan dulunya semua foto-foto itu saya nilai bagus..
Namun sekarang ini saya lebih senang berfoto dengan wajah tersenyum, angle yang saya ambil sudah benar dan kebanyakan seluruh wajah saya tampak seluruhnya..dan yang saya pikirkan saat itu adalah seluruh kebaikan Tuhan dalam hidup saya.. dan saya kembali memutuskan untuk tetap tersenyum apapun keadaan sulit yang saya alami sekarang.. Foto-foto yang dulu saya nilai bagus kini rasanya ingin sekali saya hapus :D..

Tanpa saya sadari, saya mulai melakukan perbaikan-perbaikan kecil yang berdampak besar dalam hidup saya.. Dan sampai saat ini semua itu tidak bisa saya lakukan sendiri.. Memang berawal dari pilihan-pilihan yang saya ambil sendiri namun semua itu karena kasih karunia dan anugerah yang TUHAN taruh dalam hidup saya melalui orang-orang yang membantuku bangkit dari ketidakpercayaan diri..

Bukan karena saya menganggap diri saya cantik saat tersenyum sehingga saya jadi suka berfoto senyum, tapi saya berusaha untuk menerima diri saya apa adanya sehingga meski senyumku sedang bagus atau jelek saya akan tetap menerimanya.. ^_^


Dari sebuah "gambar diri yang benar", banyak hal-hal positif terjadi dalam hidup saya.. Dan saya mau orang-orang yang membacanya mengalami hal yang sama.. :)
God bless you all en tetap tersenyum... ^_^

Rabu, 25 Mei 2011

''White Rabbit''

Finally bisa belajar adobe photoshop juga. Langsung cs5 pula (astagaa, telaaatt.. hari gene baru pegang photoshop?) hehehe. Untuk sementara belajar otodidak dulu (otodidak atau ortodidak? teman saya di twitter mengatakan ortodidak). Mengandalkan ide-ide sendiri, no book bo teacher ada sih beberapa yang nanya-nanya teman gimana caranya kalau ini-itu.
Hm.. menurut saya sih ya.. percuma aja pintar en menghafal semua kegunaan tool dalam photoshop tapi tidak punya kreatifitas, bisa saja hasilnya akan kalah dari seorang pemegang ACDsee atau bahkan mungkin photoscape dan photo impact.. Karena itu semuanya tergantung kreatifitas.. ;)

ini sedikit hasil pertama saya memegang photoshop..
biarin jelek yang penting namanya hasil pertama bisa jadi pelajaran yang baik jika nanti udah jago en liat lagi... ^^

taraa..

bukan latar dan objek yang sebenarnya
yang ini jujur sih hasilnya tidak terlalu bagus karena fotonya yang kurang menarik. tapi saya suka konsepnya ini. Nanti kalau dapat foto yang tepat akan saya edit seperti ini dengan latar monochrome dan dengan tulisan yang sama.. ^^

seribu tangaaan.. hehehe. yang saya edit adalah beberapa bangunan di belakang saya hitamkan, warna jacket orang terdepan menjadi hitam putih juga bajunya sebenarnya ada gambar di tengahnya tapi saya hilangkan dan sepertinya vignette terlihat di bagian kaki.. hehehe
wooww,, i like konsepnya and saya suka soalnya ini salah satu potongan terbaik saya ketika memisahkan wajah model wanita dengan tangan yang membentuk love (yang adalah tangan saya sendiri.hehehe)
sebenarnya ini masih belum fix soalnya waktu setengah jalan tiba-tiba mati lampu sehingga saya lupa naikkan brightness dan menaruh bayangan. hehehe


Sebenarnya masih ada lagi beberapa namun yang bersangkutan tidak ingin di publish.. inilah beberapa hasil amatiranku.. ^^

terima kasih sudah melihat ^_^

Sabtu, 14 Mei 2011

Seorang wanita...

Apakah seorang wanita membutuhkan sebuah alasan yang membuatnya menangis?
haruskah ia menjelaskan mengapa ia menangis?
Mungkin ia tidak minta untuk di mengerti.. atau di tanggapi... mungkin saat itu dia tidak butuh nasihat dari siapapun...
Mungkin dia hanya butuh teman yang menemaninya dalam kesendirian..
menangis bersamanya.. tak perlu menghiburnya...
hanya cukup menemaninya....

Terkadang bukan masalah seberat apa persoalan yang sedang ia hadapi dan membuatnya menangis..
Tapi terkadang itu semua terasa lebih berat dari seharusnya jika di tanggung semuanya sendiri...
Sama halnya dengan seseorang yang tak pernah pusing dengan semua masalahnya karena ia tahu ada sahabat-sahabat di sekelilingnya yang bisa saling berbagi..
Bukan hanya dia selalu yang di butuhkan ketika ada masalah.. tetapi ketika ia membutuhkan seorang teman, jangan pernah meremehkan masalah-masalah yang sedang ia hadapi..
Itu hanya akan membuatnya putus asa dan merasa tidak berguna.. atau bahkan lebih parah akan berpikir bahwa semua orang hanya ada di saat butuh pertolongan namun tidak mau datang di saat di butuhkan.. sekecil apapun masalahnya....

Rabu, 04 Mei 2011

Suatu hari nanti...

Suatu hari nanti..
aku tidak ingin mencintai seseorang karena ia berbeda di mataku..
kar'na itu berarti aku bisa saja mencintai semua pria/wanita di dunia ini karena mereka semua berbeda satu sama lain..

aku tidak ingin mencintai seseorang karena ia banyak menolongku atau sangat baik terhadapku..
kar'na itu berarti aku menjual hatiku hanya demi sebuah kebaikan..

aku tidak ingin mencintai seseorang karena ia mencintaiku dan memperjuangkanku..
syukurlah jika ia juga orang yang kusayang sejak awal, namun jika tidak aku tidak mau..
kar'na itu berarti aku hanya ingin dicintai dan diperhatikan tanpa tahu apa aku bisa membalas perasaan itu..

aku tidak ingin mencintai seseorang karena ia sangat mirip dengan orang yang pernah kucintai..
karena itu berarti aku tidak akan pernah bisa melihat siapa dia sesungguhnya...

aku tidak ingin mencintai seseorang karena begitu banyak kebetulan yang mempertemukanku dengannya..
karena itu berarti aku akan s'lamanya bergantung pada keadaan dan menjadi sensitif pada beberapa keadaan..

aku tidak ingin mencintai seseorang karena begitu bayak persamaan antara aku dan dia..
karena itu berarti aku hanya mencari cermin diriku dalam dirinya...

aku tidak ingin mencintai seseorang karena sebuah kisah yang pernah ku lalui bersamanya terasa sangat sayang untuk dilupakan..
karena itu berarti aku hanya mencari sebuah kisah yang indah...

aku tidak ingin mencintai seseorang karena ia pernah menjadi mantanku..
karena itu berarti aku hanya ingin sebuah pengakuan...


satu hal... aku tidak ingin mencintai seseorang karena sebuah alasan..
karena aku takut, dengan alasan itu aku akan meninggalkan hidupnya...

lyceC:yB

Sabtu, 16 April 2011

Push Up... (for you..)

Saya sangat diberkati dengan artikel ini.. sangat menyentuh dan langsung tertuju pada inti... ☺

Ada seorang Profesor mata kuliah Agama yang bernama Dr. Christianson yang berusaha keras menyampaikan intisari Injil di kelasnya, ia menemukan bahwa kebanyakan siswanya memandang materi yang diajarnya sebagai suatu kegiatan yang membosankan. Meskipun ia sudah berusaha sebaik mungkin, kebanyakan siswa menolak untuk menanggapi Kekristenan secara serius.

Tahun ini, Dr. Christianson mempunyai seorang siswa yang spesial yang bernama, Steve. Steve belajar dengan tujuan untuk melanjutkan studinya ke seminari dan mau masuk ke dalam pelayanan, ia merupakan siswa terbaik di kelas profesor itu.

Suatu hari, Dr Christanson meminta Steve untuk tidak langsung pulang setelah kuliah karena ia mau berbicara kepadanya. "Berapa push up yang bisa kamu lakukan?"

Steve menjawab, "Saya melakukan sekitar 200 setiap malam." "200? Lumayan itu, Steve," Dr. Christianson melanjutkan. "Apakah kamu dapat melakukan 300?" Steve menjawab, "Saya tidak tahu. Saya tidak pernah melakukan 300 sekaligus." "Apakah kamu pikir kamu dapat melakukannya? " tanya Dr. Christianson. "Ok, saya bisa coba," jawab Steve.

Pada hari Jumat, Steve datang awal ke kelas dan duduk di bagian depan kelas. Saat kelas bermula, sang profesor mengeluarkan satu kotak besar donat. Bukan donat yang biasa tetapi yang besar dan dengan krim di tengah-tengah. Setiap orang sangat bersemangat karena kelas itu merupakan kelas terakhir pada hari itu dan mereka bisa menikmati akhir pekan mereka setelah pesta di kelas Dr Christianson.

Dr. Christianson pergi ke baris pertama dan bertanya, "Cynthia, apakah kamu mau salah satu dari donat ini?" Cynthia menjawab, "Ya". Dr. Christianson lalu berpaling kepada Steve, "Steve, apakah kamu mau melakukan 10 push up agar Cynthia bisa mendapatkan donat ini?" "Tentu saja!" Steve lalu melompat ke lantai dan dengan cepat melakukan 10 push up. Lalu Steve kembali ke tempat duduknya. Dr.Christianson meletakkan satu donat di meja Cynthia.

Dr. Christianson lalu pergi siswa selanjutnya, dan bertanya, "Joe, apakah kamu mau suatu donat?" Joe berkata, "Ya." Dr. Christianson bertanya, "Steve, maukah kamu melakukan 10 push up supaya Joe bisa mendapatkan donatnya?" Steve melakukan 10 push up, dan Joe mendapatkan donatnya. Begitulah selanjutnya, di baris yang pertama. Steve melakukan 10 push up untuk setiap orang sebelum mereka mendapatkan donat mereka. Di baris yang kedua, Dr. Christianson berhadapan dengan Scott. Scott seorang pemain basket, dan fisiknya sekuat Steve. Ia juga seorang yang sangat popular dan punya banyak teman wanita.

Saat profesor bertanya, "Scott, apakah kamu mau donat?" Jawaban Scott adalah, "Baiklah, bisakah saya melakukan push up saya sendiri?" Dr. Christianson berkata, "Tidak, Steve harus melakukannya." Lalu Scott berkata, "Kalau begitu, saya tidak mau donatnya." Dr. Christianson mengangkat bahunya dan berpaling kepada Steve dan meminta, "Steve, apakah kamu mau melakukan 10 push up agar Scott bisa mendapatkan donat yang tidak ia kehendaki?" Dengan ketaatan yang sempurna Steven mulai melakukan 10 push up. Scott berteriak, "Hei! Saya sudah berkata, saya tidak menginginkannya!" Dr Christianson berkata, "Lihat di sini! Ini kelas saya dan semuanya ini donat saya. Biarkan saja di atas meja jika kamu tidak menginginkannya." Ia lalu menempatkan satu donat di atas meja Scott.

Di waktu ini, Steve sudah mulai melakukan push up dengan agak perlahan. Ia hanya duduk di lantai saja karena terlalu capek untuk kembali ke tempat duduknya. Ia mulai berkeringat. Dr. Christianson mulai di baris ketiga. Para siswa sudah mulai merasa marah. Dr. Christianson bertanya kepada Jenny, "Jenny, apakah kamu menginginkan donat ini?" Dengan tegas Jenny menjawab, "Tidak." Lalu Dr. Christianson bertanya Steve, "Steve, maukah kamu melakukan 10 push up lagi agar Jenny bisa mendapatkan donat yang tidak ia mau?" Steve melakukan 10 push up dan Jenny mendapatkan satu donat. Ruang sudah mulai dipenuhi oleh rasa tidak nyaman. Para siswa sudah mulai berkata, "Tidak!" dan semua donat dibiarkan di atas meja tanpa ada yang memakannya. Steve sudah kelelahan dan harus berusaha keras untuk tetap terus melakukan push up untuk setiap donat itu. Lantai tempat ia melakukan push up sudah dibasahi keringatnya dan lengannya sudah mulai kemerahan. Dr. Christianson bertanya kepada Robert, seorang ateis yang paling lantang suaranya kalau berdebat di kelas, apakah ia mau membantu untuk memastikan bahwa Steve tidak curang dan tetap melakukan 10 push up untuk setiap donat karena dia sendiri sudah tidak sanggup melihat Steve melakukan push-upnya.

Dr. Christianson sudah sampai ke baris ke-empat sekarang. Dan beberapa siswa dari kelas yang lain yang sudah bergabung di kelas itu dan mereka duduk di tangga. Saat profesor menghitung kembali, ternyata ada 34 siswa sekarang di kelas. Ia mulai khawatir apakah Steve dapat melakukannya. Dr. Christianson melanjutkan dari satu siswa ke siswa yang selanjutnya sampai ke akhir baris itu. Dan Steve sudah mulai bergumul. Ia membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan push up-nya. Steve bertanya kepada Dr. Christianson, "Apakah hidung saya harus menyentuh lantai untuk setiap push up yang saya lakukan?" Dr.Christianson berpikir sejenak dan berkata, "Semuanya ini push up kamu. Kamu yang pegang kendali. Kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau." Dan Dr. Christianson melanjutkan ke siswa yang selanjutnya.

Beberapa saat kemudian, Jason, seorang siswa dari kelas lain dengan santai mau masuk ke kelas, dan sebelum ia melangkahi masuk, seluruh kelas berteriak serentak, "Jangan! Jangan masuk! Kamu berdiri di luar saja!" Jason kaget karena ia tidak tahu apa yang sedang terjadi di dalam. Steve mengangkat kepalanya dan berkata, "Tidak, biarkan dia masuk."

Professor Christianson berkata, "Kamu sadar bahwa jika Jason masuk, kamu harus melakukan 10 push up untuk dia?" Steve berkata, "Ya, biarkan dia masuk. Berikan donat kepadanya." Dr.Christianson berkata, "Ok Steve. Jason, kamu mau donat?" Jason yang baru masuk ke kelas dan tidak tahu apa-apa menjawab, "Ya, tentu saja, berikan saya donat." Steve melakukan 10 push up dengan sangat perlahan dan bersusah payah. Jason yang kebingungan diberikan satu donat. Dr. Christianson sudah selesai dengan baris ke-empat dan mulai ke tempat siswa-siswa dari kelas lain yang duduk di tangga.

Tangan Steve sudah mulai gemetaran dan ia harus bergumul untuk mengangkat dirinya melawan tarikan gravitas. Di waktu ini, keringatnya bercucuran, dan tidak kedengaran apa-apa kecuali bunyi nafasnya yang kencang. Mata setiap orang di kelas itu mulai basah. Dua siswa terakhir adalah dua siswa perempuan yang sangat popular, Linda dan Susan.

Dr. Christianson pergi ke Linda, "Linda, apakah kamu mau donat?" Linda dengan sedih berkata, "Tidak, terima kasih." Professor Christianson dengan perlahan bertanya, "Steve, maukah kamu melakukan 10 push up supaya Linda bisa mendapatkan donat yang tidak ia mau?" Dengan pergumulan yang berat, Steve dengan perlahan melakukan push-up untuk Linda. Lalu Dr Christianson berpaling kepada siswa yang terakhir, Susan. "Susan, kamu mau donat ini?" Susan dengan air mata yang berlinangan di pipinya mulai menangis. "Dr. Christianson, mengapa saya tidak boleh membantunya?"

Dr. Christianson, dengan mata yang berkaca-kaca berkata, "Tidak, Steve harus melakukannya sendiri; saya telah memberinya tugas itu dan ia bertanggungjawab untuk memastikan setiap orang mempunyai kesempatan untuk mendapat donat itu, tidak peduli apakah mereka menginginkannya atau tidak. Hanya Steve seorang saja yang mempunyai nilai yang sempurna. Setiap orang telah gagal dalam ujian mereka, mereka entah bolos kelas atau memberikan saya tugas yang di bawah standar. Steve memberitahu saya di latihan football, saat seorang pemain buat salah, ia harus buat push up. Saya memberitahu Steve bahwa tidak seorang pun dari kalian yang boleh datang ke pesta saya melainkan ia membayar harga dengan melakukan push up bagi kalian. Steve dan saya telah membuat perjanjian demi kalian semua."

"Steve, maukah kamu membuat 10 push up supaya Susan bisa mendapatkan donat?" Steve dengan sangat perlahan melakukan 10 push up yang terakhirnya. Ia tahu ia sudah menyelesaikan semua yang harus dia lakukan. Secara total, Steve telah melakukan 350 push up, tangannya tidak tahan lagi dan ia jatuh tersungkur ke lantai. Dr. Christianson lalu berpaling ke kelas dan berkata, "Dan, demikianlah, Juru Selamat kita, Yesus Kristus, di atas kayu salib, ia telah melakukan semua yang dibutuhkan olehnya. Ia menyerahkan semuanya. Dan seperti mereka yang ada di ruangan ini, banyak di antara kita yang membiarkan hadiah itu begitu saja di atas meja, sama sekali tidak kita jamah."

Dua siswa mengangkat Steve dari lantai untuk duduk di kursi, walaupun sangat lelah secara fisik, Steve tersenyum bahagia. Allah tidak menyayangkan Putra satu-satu-Nya, tetapi menyerahkan Dia untuk kita semua. Apakah kita memilih untuk menerima menolak karunia-Nya, harganya sudah lunas dibayar."

Teman-teman hari ini kita belajar satu hal.
Sungguh tragis ketika banyak orang membayar mahal untuk menjadi terhilang padahal keselamatan adalah gratis. "Apakah kita akan menjadi orang yang tidak bersyukur dengan meninggalkan hadiah itu di atas meja?"

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan di timpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (YESAYA 53:5)




sumber : notenya Jefri Ajhaa

Rabu, 30 Maret 2011

9 Maret 2011 ^^



(me with Stefany Antonio...)

(me with Evalina Limoharjo...)

(hasil foto dan editanku.. ^^)
(modelnya masih sama.. Thanks to Evalina Limoharjo dan Irvan Karundeng...)


(and this is me..^^)



Makasih udah meramaikan sampe akhir kata pake disiram lagi.. (++')
hahahha.. tapi sangat berkesan sodara-sodara ^~^

>>>>> ☺☺☺☻☻☻<<<<<

Rabu, 09 Maret 2011

Cecyl's day...

Terima kasih Tuhan, 20 tahun yang lalu Engkau telah mengirimkanku ke dunia ini...
Terima kasih untuk pernyertaan LUAR BIASA selama 20 tahun ini..
Tak pernah sedetikpun Kau tinggalkanku...
God, thanks berat yooo... ^,^

☺☺☺

Selasa, 22 Februari 2011

Cintailah Aku sebagaimana adanya "ENGKAU"

Aku mengenal kerapuhanmu, pergumulan dan penderitaan jiwamu,
kekurangan,
kelemahan, dan penyakit tubuhmu...
Aku mengenal takutmu, dan dosa-dosamu...

Walaupun begitu Aku tetap berkata kepadamu;
"Berikanlah hatimu kepadaKu...
cintailah Aku sebagaimana adanya engkau..."
Jika engkau menantikan dahulu untuk menjadi seperti malaikat
dan kemudian menyerahkan dirimu sepenuhnya kepada cinta,
engkau tidak akan pernah mencintai...

Walaupun masih juga takut dalam menjalankan
kewajiban dan keutamaan.
walaupun masih jatuh dan jatuh lagi,
Aku tidak mengijinkan engkau untuk tidak mencintai Aku...

Cintailah Aku seperti apa adanya engkau...
Di setiap saat dan dalam situasi dan kondisi apapun,
dalam semangat atau kekeringan, dalam kesetiaan atau ketidaksetiaan,
Cintailah Aku seperti apa adanya engkau...

Aku menghendaki kasih dari hatimu yang miskin itu...
Jika engkau menunggu menjadi sempurna lebih dulu
engkau tidak akan pernah mencintai Aku...
Tidak dapatkah Aku mengubah sebutir pasir dan menjadikannya
seorang serafin yang bercahaya kemurnian, kemuliaan dan cinta?
Bukankah Aku Yang Maha Kuasa...?

Jika Aku senang membiarkanmu berada
dalam ketiadaan mahluk-mahluk yang sangat indah ini
dan menyukai cinta yang sederhana dari hatimu,
Bukankah Aku ini tuan atas cintaKu...?

Putera-puteriKu, biarkan Aku mencintaimu...,
Aku merindukan hatimu...
Memang Aku rindu untuk mengubah engkau dalam peredaran waktu,
Tapi untuk sekarang ini...
Aku mencintamu begitu seperti apa adanya engkau...
dan Aku ingin agar engkau berbuat begitu juga.
Aku ingin melihat dari kerapuhan yang paling mendasar lahirlah cinta...

Aku mencintai apa yang ada dalam dirimu,
bahkan kelemahanmu...
Aku ingin agar dari jiwa-jiwa yang tidak bersih
Keluar terus-meneurs suatu seruan :
"YESUS, AKU MENCINTAIMU"...

Aku hanya menghendaki melodi hatimu..
Aku tidak membutuhkan baik ilmu maupun bakatmu,
Hanya satu hal saja yang Kurindukan
Melihat engkau bekerja dengan cinta
Melakukan segala pekerjaanmu dengan sukacita
demi cintamu kepadaKu...

Persembahkanlah segala yang kau lakukan untukKu
sebagai tanda cintamu kepadaKu...
Bukan keutamaan-keutamanlah yang Aku rindukan,
Sebab seandainya Aku mengaruniakannya kepadamu pastilah engkau
yang begitu lemah akan mempergunakannya untuk memupuk...
Cinta diri yang egois...

Hari ini Aku berada diambang pinta hatimu seperti seorang pengemis...
Aku Raja dari segala raja!
Aku mengetuk dan menanti...
Bergegaslah... bukalah hatimu bagiKu
Jangan gunakan kerapuhanmu sebagai dalih...
Seandainya engkau sungguh mengenal kekuranganmu pasti engkau
mati karena kesedihanmu

Hal yang akan dapat melukai hatiKu ialah...
sikapmu yang ragu-ragu dan kurang percaya kepadaKu...
Aku ingin agar engkau membawa diriKu dalam hatimu
pada setiap waktu...
siang maupun malam hari...
Aku ingin agar engkau melakukan perbuatan
yang paling kecil sekalipun hanya demi cinta
Aku meletakkan keyakinanKu atas dirimu..
untuk menemukan kegembiraan.

Aku akan berikan kepadamu segala yang Aku miliki
Apabila engkau menderita...
Aku akan memberikan kekuatanKu
Jika engkau telah memberi cinta...
Aku akan mengaruniakan kemampuan untuk mencintai lebih daripada
yang engkau harapkan

Maka ingatlah... Cintailah Aku seperti apa adanya engkau...
Aku telah memberi AnakKu...
buatlah agar semua tindakanmu melalui Hatinya yang tidak bernoda
Apa saja yang terjadi janganlah menunggu menjadi suci untuk mempersembahkan dirimu kepada cinta...
Seandainya demikian engkau tidak akan pernah berhasil
mencintaKu....





With love,


Aku yang mencintamu....

sumber : Artikel Majalah "Rebuild to Expand 2004" PMKU Gereja Petra Makassar

Senin, 14 Februari 2011

Valentine = Perayaan Hari Kasih dan Damai sedunia...

Searching di oom google... banyak sekali versi tentang asal muasal atau sejarah-sejarah hari Valentine... Bahkan ada pihak-pihak yang jadinya membenci hari Valentine karena asalnya yang kurang jelas...
Sebenarnya sih dari masing-masing kita saja.... Secara personal apakah makna Valentine itu bagi diri kita sendiri? Mengapa harus diributkan asal-muasal atau kejadian-kejadian dulu bahkan saat zaman prasejarah? Mereka semua sudah mati kok. Anda persalahkan mereka saja tidak ada gunanya lagi karena mereka mungkin saja hanya akan menertawai kalian di alam sana.
Daripada memusingkan masa-masa lampau, pikirkanlah baik-baik artinya hari ini. Kesudahan zaman semakin dekat (kayak lagu saja.hehe). Bersyukurlah jika Indonesia kita, saat ini masih merayakan hari Kasih sayang ini. Itu membuktikan bahwa sampai detik ini, di dunia yang semakin kacau ini masih ada Kasih di tengah-tengah seluruh umat manusia.
Yang seharusnya direnungkan adalah apakah beberapa tahun ke depan, dengan kondisi perang dimana-mana, perkelahian antar suku bangsa atau perselisihan antar umat, apakah dengan adanya semua itu masih bisakah kita merayakan hari Kasih Sayang ini?
Saya bersyukur hari ini 14 Februari 2011 Indonesia yang semakin kacau masih bisa merayakan hari penuh Kasih ini. Dan saya berharap Kasih dan Perdamaian itu tetap ada di setiap hati kita. Tak perlu canggung di depan orang yang tidak mengerti Cinta yang menganggap diri mereka mengerti tetapi ingin merusaknya.

Kasih dan Damai Sejahtera menyertai Indonesia. Amin. ☺

Jumat, 24 Desember 2010

Malam Natal....

Aku berjalan di tengah kegelapan malam... hanya sinar bulan yang menerangi jalan setapak ini... Salju yang ringan itu membuatku mengigil sesekali... Aku tahu seharusnya aku tak disini, berjalan sendirian di malam natal... Aku tahu ayah dan saudara-saudaraku pasti cemas dan berharap aku pulang membawa kabar baik.... Sesekali kulirik jam tanganku yang jarum panjang dan jarum pendeknya hampir saja bertemu di angka 12... Ku genggam bingkisan coklat sedang yang sudah kubungkus rapi...namun karena takut basah oleh salju ku simpan coklat itu di kantong jacket tebalku.... Kembali ku berlari-lari kecil untuk memburu waktu.. akankah aku sampai disana tepat waktu???

Mantel tebal berbuluku mulai dipenuhi es salju..dan sepertinya hujan saljunya semakin banyak... sejenak ku berpikir..akankah ku berteduh dulu sampai kira-kira hujan saljunya mereda?? Oh, tidak..tidak ada waktu untuk berteduh... aku harus berlari...yah, aku harus berlari agar tubuhku menjadi hangat... sambil berlari kusipitkan mataku dari bola-bola salju kecil yang menabrak wajahku...

Kulirik lagi jam tanganku,, Ooh tidaak.. 3 menit lagi jam 12... Lariku semakin kencang dan mataku menjadi semakin sipit hingga tak ku perhatikan bongkahan salju yang membungkus rantai pohon di depan mataku...

Brukk!!
Seketika saja wajahku penuh dengan salju yang sangat dingin... Oohh tidaak.. aku pasti terlambat...
Tak menghiraukan apa yang terjatuh dari kantong jacketku aku lari begitu saja....
Pikirku tempatnya sudah sangat dekat dan aku tidak ingin terlambat lagi menjadi orang pertama yang mengucapkan Selamat Natal padanya.... Bayangan wajahnya semakin kuat dalam perjalananku ke tempat itu sambil berlari....

Sedikit lagi...sedikit lagi...
Aku nyaris sampai di puncak bukit tempatnya menikmati pemandangan seluruh kota di setiap malam Natal....

Sedikit lagi....


Huh..huh...huh...  dengan perasaan lega sambil tersengal-sengal dan kepala yang tertunduk kulihat sosok itu sedang termenung memandangi kota yang begitu indahnya di malam Natal.....
Nyanyian-nyanyian natal mulai terdengar sayup dari seluruh kota.....
Dengan yakin ku melangkah mendekati sosok itu....
dan kusapa dia....






"Mama......"


Sosok itu langsung balik memandangiku....


Aku terdiam... tanpa sadar air mata keluar dari kedua bola mataku....
Kulanjutkan kata-kataku...




"Mamaa....... saya kangen sama mama......
Mama pulang yah...... " hiks...


Air mata ini langsung saja membanjiri wajahku....
Tak bisa tertahankan, aku menangis seperti waktu kecil dulu dipelukan mama......


Langsung saja ku teringat akan coklat buatanku dan saudara-saudaraku yang spesial di buat untuk mama.....
Tapi aku terkejut ketika coklat itu tak lagi ada di kantong jacketku.....
Seketika saja aku cemas dan berbicara cepat dengan mamaku...

"Mama, mama maafkan aku... tadi aku kesini membawa coklat buatanku dan kakak-kakak khusus untuk mama... tapii...."

Tiba-tiba ku tertegun, dan berbicara dalam hati...
Oh, aku teringat...pasti coklat itu jatuh saat ku tersandung tadi......

Kulanjutkan kembali kalimatku yang terpotong....

"Mama, maafkan aku... coklat tadi pasti terjatuh saat aku dalam perjalanan kesini tadi....."
dan akupun menunduk.....


Lalu mama mendekatiku dan tersenyum mengangkat kepalaku.... Mama berkata..


"Terima kasih nak...ayo kita pulang.... mama sudah tidak marah lagi...... Damai Natal t'lah membawa damai di hati mama...... Mama tidak mau menyia-nyiakan momen ini.... Yesus saja mau turun dan rela menjadi manusia yang terlahir dikandang malam itu... Masakan mama tidak mau merendahkan hati seperti bayi Yesus itu???"

Entahlah apa ini yang disebut keajaiban Natal?? Sosok seorang mama yang selama ini begitu keras dan dingin bisa mencairkan salju dan suasana dingin disekitarku dengan kehangatan cintanya....


Teng......teng......teng........
Lonceng Natalpun berbunyi......
Dengan senyum yang lebar ku katakan pada mama....
"Sekarang aku bisa menjadi orang pertama yang mengucapkan ini untuk mama.....

Selamat Natal mama..." ☺

Senin, 13 Desember 2010

Hanya sbuah permulaan....bukan akhir....

Jangan merasa smuanya t'lah berakhir saat ia tdk bs dhubungi...
jangan merasa berakhir saat ia tidak lagi perduli padamu....
Jika memang engkau tulus mengasihi, smuax itu tak 'kan bisa menjadi alasan untuk sbuah perpisahan...
Keadaan tak kan mampu mengakhiri apapun...
Seseorang yang betul-betul menyayangimu tidak akan sungguh-sungguh meninggalkanmu....
Jarak, sikap cuek, keadaan terpuruk, tak pernah lagi memandang matanya atau mendengar suaranya sekalipun tak 'kan berarti apa-apa dihadapan kekuatan yang indah itu....
Tergantung dari hatimu yang melihat keadaan sebagai sebuah palang pada sebuah perlombaan lari atau sebuah garis finish...

Jika memang yang kau rasakan itu adalah sebuah ketulusan, TAK ADA ALASAN APAPUN yang mampu menghentikannya KECUALI engkau tidak tulus merasakannya............


Karena itu, ambillah keputusan yang tepat untuk memilih yang terbaik... jangan terburu-buru oleh waktu atau apapun....kecuali jika engkau memang memutuskan untuk mengakhirinya dengan penyesalan atas ketidaktulusan dari sebuah keputusan yang terburu-buru... Be wise!

lyceC:yB


Selasa, 16 November 2010

Obat yang menyakitkan...

Ketika aku menaruh obat pada lukaku, obat itu menjadi sangat menyakitkan..
Tanpa sadar hampir saja kuseka obat itu dari lukaku dan menghapusnya...
Setelah berpikir tentang harga yang kubayar untuk obat itu namun terbuang percuma..aku jadi berpikir lagi,
untuk apa aku menghapus obat itu kar'na nantinya luka ini tidak akan pernah sembuh?? Untuk apa?
Apa aku menghapusnya hanya karena aku merasa sakit yang diakibatkan obat itu,
atau karena aku terlalu nyaman dengan rasa sakit dari lukaku ini??

Dan akupun belajar..

Rasa sakit yang kita rasakan mungkin memang sangat menyakitkan..
Kita membayar berbagai macam harga untuk mendapakan obatnya..
Namun kita seringkali tidak sadar saat obat itu bekerja menyembuhkan kita, kita malah menyeka obat itu dan tidak mau melewati proses...

Terkadang kita pikir bahwa obat itu menyenangkan..
Padahal, obat itu yang justru mengorek semua luka yang ada dan tak lagi meninggalkan rasa sakit...
Ia justru mengobatinya...
Sadarilah ketika engkau terluka dan membutuhkan obat...
Dan sadarilah ketika obat itu datang mencoba menyembuhkanmu, meski sakit bertahanlah dan jangan pernah menyekanya lagi agar ia dapat tuntas memulihkan lukamu...
dan engkau tidak akan merasakan sakit itu lagi...

Jika seseorang datang menolongmu namun ia seperti menyakitimu, bertahanlah..
dan biarkan ia menyembuhkanmu secara total...
Jangan menyekanya...
Ya, jangan biarkan ia pergi lagi....
Be wise..

By:...lyceC


Kamis, 11 November 2010

Jangan keterlaluan... !!!

Jangan keterlaluan dalam mencintai....!!

Jangan jadikan cinta itu sebagai beban..
Hanya karena ia suka dengan satu film maka anda tiba-tiba browsing semua hal tentang film itu di internet...
Hanya karena ia bertanya tentang sebuah lagu anda jadi memutar dan menyanyikan lagu itu sepanjang hari...
Hanya karena ia tersenyum saat melihat sebuah tokoh kartun di baju salah satu stand boutique di mall anda mendadak menjadi kolektor dari tokoh kartun tersebut...
Hanya karena ia berkata satu kata mutiara maka anda langsung menciptakan blog tentang kata-kata itu...
Mengikuti setiap aksen bicaranya...
Berbicarapun seakan-akan anda adalah dirinya...
Ketika kalian memiliki pengalaman berdua yang menyenangkan, langsung saja anda mencatatnya di kalender sebagai hari bahagia dan tidak berhenti tersenyum 3 hari setelahnya...
Namun jika terjadi sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu buruk, anda langsung merasa menjadi orang paling berdosa di dunia.. tidak ingin makan, menjadi sangat rohani selama 3 hari berturut-turut...

hm... seperti terlalu memaksa meghafal setiap caranya bercanda...
Cara-caranya menulispun anda ikuti..
Entahlah...apa anda tumbuh besar bersamanya?
Apakah lebih banyak kemiripan yang anda ciptakan dengannya dibanding dengan saudara anda sendiri?

Santai sajalah.... cinta itu tidak sesulit itu...
Cinta itu bukan beban seberat itu..
Meski berbeda dengannya, bukanlah berarti sebuah jarak t'lah tercipta di antara kalian..
Meski tak memakai baju yang sama di satu pertemuan, bukan berarti kalian tidak sehati....
Sadarlah.. jika anda terlalu memusatkan perhatianmu pada persamaan-persamaan 'tidak penting' seperti itu,
maka persamaan hati sebenarnya yang ada pada kalianpun bisa jadi terlewatkan bahkan lenyap sama sekali...
Percayalah kalau memang kalian di ciptakan untuk bersama, perbedaanpun tidak akan memisahkan kalian... Tapi justru menyatukan... Percaya kan?

Karena jika terlalu banyak persamaan pada kalian, tanpa sadar hatimu bisa saja membencinya karena t'lah merubah jati dirimu menjadi dirinya.. meski ia tidak tahu apa-apa tentang hal itu...
Karena jika terlalu banyak persamaan antara kalian, bisa saja suatu saat nanti saat segala sesuatunya menjadi terbuka di antara kalian akan ada sebuah tuntutan atau mungkin pertengkaran karena ia tidak memiliki pilihan yang sama...
Karena jika kalian menemukan suatu perbedaan, perasaan kalian menjadi sangat peka dan melupakan sebuah logika dalam hubungan...

Jadilah dirimu sendiri..
dan biarkan ia menjadi dirinya sendiri...
Memiliki bukan berarti mendapatkan...
Memiliki itu membebaskan.. karena jika ia pergi, ia pasti kembali lagi....

Jadilah dirimu sendiri...
terimalah dirinya apa adanya,
dan terimalah dirimu sendiri juga, apa adanya... ;)

by: ...lyceC


Sabtu, 06 November 2010

Seorang pelayan....

Kata pelayan yang saya maksud adalah dalam ruang lingkup kekristenan. Jika anda bukan umat kiristiani janganlah takut membaca artikel ini. Bacaan ini hanya sekedar artikel ringan yang mungkin bisa menambah wawasan anda tentang keinginan anda mengetahui sebagian tentang kekristenan.



Pelayan yang saya maksud kali ini adalah orang-orang yang bekerja di gereja. Bekerja dan melakukan sesuatu di gereja berdasar dari talenta yang di miliki sebagai bukti nyata bahwa kita ingin memberikan yang terbaik untuk TUHAN dalam ibadah kita.
Setahu saya, di jaman alkitab (SM) mereka yang di sebut pelayan adalah orang-orang yang membantu penyebaran Injil di tengah-tengah masyarakat.
Identik dengan kata 'menyebarkan', banyak orang berpikir bahwa pelayan TUHAN adalah para penginjil yang berkhotbah kemana-mana. Tidak salah, seorang penginjil juga seorang pelayan TUHAN yang melayani di bidang pengkabaran tentang isi Alkitab dan pengertian-pengertiannya. Dewasa ini saya melihat arti kata "pelayan" semakin luas dan memiliki banyak arti. Bahkan tidak sedikit yang malah menyalahartikannya.
Berikut kutipan bacaan yang saya dapatkan di google tentang arti kata pelayanan:
"Dari dua pengartian, kata ‘pelayanan’ memantik kegelisahan tersendiri bagi saya. Penasaran, saya melihat halaman 646 Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata ‘pelayanan’ yang menempati posisi kata benda punya tiga arti, 
1) perihal atau cara melayani, 
2) usaha melayani kebutuhan orang lain dengan memperoleh imbalan, 
3) kemudahan yang diberikan sehubungan dengan jual beli barang atau jasa."
(sumber : kedaisinau.multiply.com)

Hm, jujur saja saya orang yang tidak terlalu gemar membaca. Namun saya akan sangat bersemangat membaca hal-hal yang memang ingin saya ketahui. Bisa jadi saya mungkin bukan tipe orang yang menjadikan perpustakaan sebagai tempat bersantai. Saya akan kesana jika saya membutuhkan satu informasi saja dan tidak membaca semua buku yang 'kelihatannya' menarik. Karena itu saya hanya bisa memberikan 1 kutipan saja dari sumber lain tentang arti dari kata pelayan.



Sekitar bulan September silam saya mengikuti kegiatan berlibur yang di adakan pemuda gereja di tempat saya di gembalakan. Pembina liburan saat itu adalah seorang penyanyi rohani bernama Jason (pencipta lagu "Sentuh Hatiku"). Ia mengucapkan suatu kata-kata yang kembali mengingatkanku. Kutipan kata-kata ini sering saya dengar namun di pertajam kembali dan saat itu sangat kena dengan keadaan saya yang menjadi seorang pelayan di bidang multimedia saat itu. Bunyinya begini :
"Orang yang melayani, belum tentu mengasihi TUHAN. Mungkin mau mejeng, mungkin mau cari jodoh di tempat kita, kita tidak tahu. Tapi orang yang mengasihi TUHAN, dia pasti melayani..."
Waw, sangat menegur. "Orang yang melayani, belum tentu mengasihi TUHAN. Tapi orang yang mengasihi TUHAN, dia pasti melayani"

Awalnya saya ingin berbicara sedikit tentang pengertian 'ibadah'. Bagi saya ibadah adalah cara untuk mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN. Secara pribadi menghadap pada Yang Maha Kuasa, memohon ampun dan meminta pertolongan. Setelah kedatangan Yesus ke bumi, ibadah di artikan sebagai bentuk pengucapan syukur kita kepada TUHAN Yesus yang t'lah datang ke bumi menebus dosa 'seluruh' umat manusia (tanpa terkecuali namun tergantung bagi setiap orang untuk mau menerimanya atau tidak) dan datang menyembah Dia serta mengakui Yesus-lah TUHAN Allah yang hidup. Mengorbankan waktu kita sejenak untuk menyenangkan hati TUHAN serta duduk diam di kaki-Nya dan melupakan seluruh urusan duniawi. Menurut saya, itulah arti dari ibadah yang sejati.
Nah, kembali pada kata pelayan bagi saya, pelayan di rumah TUHAN itu 'melakukan sesuatu' dalam ibadah untuk sebuah kesempurnaan mata. Tunggu dulu, kesempurnaan yang saya maksud di sini betul adalah kesempurnaan mata. Yap, memang sebuah kesempurnaan mata karena setiap manusia tentu tidak bisa melakukan sesuatu dengan sempurna sesempurna mungkin. Karena itu secara penglihatan manusia di berikanlah kesan yang terbaik di dalam gereja (dengan tulus tentunya dan tidak mempermainkan ibadah). Nah, poin terpenting dalam suatu ibadah adalah hubungan kita secara pribadi kepada TUHAN. Di saat seseorang melayani dengan seluruh kekuatannya tapi saat beribadah ia hanya mementingkan kesenangan mata dan lupa berhubungan kepada TUHAN, maka saya berani bilang pelayanannya itu adalah "sia-sia". Dia sama seperti kisah Maria dan Marta dimana Marta sibuk untuk melayani tapi lupa untuk duduk diam di kaki TUHAN dan hanya Maria yang berkenan kar'na mau duduk diam dekat TUHAN pada saat itu.
Manusia yang melayani di rumah TUHAN tentu saja tidak memiliki kuasa untuk menyempurnakan ibadah dan pelayannya sendiri karena itu seorang pelayan hanya membutuhkan TUHAN semata untuk menyempurnakan pelayanan dan ibadahnya. Dengan merendahkan ego memohon ampun, mngucap syukur atas hidup ini, menyatakan dengan tulus bahwa kita mengasihi Dia, sujud menyembah dan memuji, berserah penuh, tidak mengandalkan kekuatan sendiri serta menyerahkan dan mempercayakan seluruh kehidupan dan masa depan kita ke dalam tangan-Nya, maka saya rasa TUHAN tidak akan pernah tinggal diam. Saya yakin dan percaya di saat itulah TUHAN menyempurnakan ibadah dan pelayanan kita. Tolong di koreksi jika pemahaman saya salah.

Barusan adalah pengertian saya tentang hubungan seorang pelayan dengan TUHAN-nya.
Bagaimana dengan hubungan antara pelayan dengan orang-orang sekitarnya?
Sungguh banyak orang-orang di luar sana yang memandang seorang pelayan adalah orang-orang yang sok suci. Menganggap diri sebagai orang-orang yang paling kudus. Kekudusan adalah syarat mutlak dalam melayani. Kekudusan di hadapan TUHAN adalah poin penting dalam sebuah pelayanan. Namun banyak orang luar yang menyalah artikan kekudusan itu. Berpikir bahwa apa yang mereka lihat kudus sudah pasti dilihat kudus juga di mata TUHAN. Padahal belum tentu seperti itu. Mata manusia tentu beda dengan mata TUHAN dalam menilai. Dan jika masalah pelayanan, hanya TUHAN-lah yang berhak menghakimi. Betul tidak? Kita tidak usah mengurusi apakah pelayanan orang lain berkenan atau tidak. Tapi banyak juga dari sisi pelayan sendiri yang menilai kekudusan itu adalah poin untuk menjaga diri di hadapan manusia lain. Terkadang pelayan tersebut terlalu mementingkan kepentingan 'nama baiknya' di mata orang lain sehingga kekudusan yang sejatipun di abaikan.

Banyak orang yang ingin melayani namun waktu serta kesempatan belum ada padanya. Tapi lebih banyak lagi orang yang punya waktu dan kesempatan melayani bahkan beribu kali dipanggil tapi tidak mau melayani kar'na alasan yang begitu banyak. Melayani adalah sepenuhnya kasih karunia karena kita mendapat kesempatan serta waktu sedangkan tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama. Ada juga beberapa orang yang beralasan bahwa ia tidak di beri kasih karunia untuk melayani. Hey, TUHAN mengasihi anda. Ia memberikan kasih karunia untuk melayani bagi semua orang dengan cara yang berbeda-beda. Hanya saja panggilan itu tidak di respon dengan baik karena alasan-alasan manusia dan malah mempersalahkan TUHAN. Saya justru melihat banyak yang beralasan keagamaan. Ada yang meminta ayat di Alkitab secara spesifik untuk ajakan melayani satu bidang di gereja, ada yang bekata "tidak usah melayani, TUHAN tahu kok kalau saya mengasihi Dia". Ada juga yang menyatakan kerendah diriannya yang tanpa sadar t'lah menyatakan kesombongan kar'na mampu hidup tanpa melayani dengan berkata "Ah, saya tidak bisa apa-apa lagipula melayani tidak harus di gereja, bukan?". Memang, orang yang melayani di gereja sendiri saja belum tentu melayani sepenuh hati. Apalagi orang yang sama sekali tidak mau melayani dengan alasan itu! Kelihatannya tidak ingin di kata hebat dan tidak ingin di besar-besarkan tapi jika alasan itu yang anda pakai untuk tidak melayani sama sekali, itu berarti iblis t'lah berhasil mengecoh anda mentah-mentah. Melayani tentu saja tidak hanya di gereja. Bentuknya sangat banyak dan luas. Tapi mengapa anda harus melewatkan kesempatan untuk melayani di gereja jika anda memiliki kesempatan itu?
Saya berani menyimpulkan bahwa orang-orang yang tidak mau melayani adalah orang-orang yang bersembunyi di balik beribu macam alasan untuk tidak mau berterima kasih kepada TUHAN!.
Apakah saya mengatakan ini kar'na saya tahu persis bagaimana melayani secara tepat? tidak sama sekali! Saya hanya perempuan muda berumur 19 tahun yang belum tahu arti sebenarnya dari kehidupan. Karena saya belum sepenuhnya merasakan kehidupan itu maka saya memang bukan orang yang hebat dalam kehidupan. Tapi saya bersyukur karena hidup saya yang t'lah di renggut oleh dosa sejak awal saya terlahir didunia ini telah di selamatkan dari maut oleh darah yang suci. Ia menebus hutang dosaku yang berujung maut lewat pencurahan darah-Nya di atas kayu salib sehingga saya tidak lagi menanggung maut itu. Ia t'lah memberiku kehidupan ini. Meski belum menikmati sepanjang kehidupan ini dan perjalananku masih belum berakhir tapi aku ingin berterima kasih atas hidup yang telah kulalui. Dan TUHAN memberikan jalan bagi orang-orang yang ingin berterima kasih pada-Nya dengan cara melayani orang lain yang membutuhkan.
Jadi saya rasa jelas disini kesimpulannya bahwa pelayanan adalah kasih karunia dari TUHAN yang di berikan kepada orang-orang yang ingin berterima kasih kepada-Nya lewat pelayanan terhadap orang lain yang juga membutuhkan sesuai dengan talenta yang t'lah di berikan untuk kita.
Dari TUHAN dan kembali untuk TUHAN saja.
Yah, hidup ini memang sepenuhnya adalah kasih karunia...




writer only by Cecyl... ☺

Kamis, 30 September 2010

Wake me up when september ends !!!

Today, 30 September 2010.
The last day of September. I love September but not this year. This september was the worst September I've ever had because I have full red absent at my office  +_+.
But besides I have a good experience in this September. 7th - 9th September I was in PPLH (Pusat Penelitian dan Lingkungan Hidup) Puntondo, Takalar. Retreat with friends in church was very nice. Taking a rest for 3days from office and free 2 days in Idul Fitri. Very nice I thought ☺

The weather in Makassar was messy. Rain and rain and rain but still too hot for me in my little room.
Even now is rainy out there but I can't breath.. Fiuh!

Today was Thursday. For a while, I got to go to church and do some praying. Much better to see Jesus after all my activity today ☺. Not just see, but singing and worship Him as my really God. ☺ very nice to know that I knew Jesus in my life. ^^

Okay, it's 4:15 and it's time to close my work..
have a great rest day ☺☺☺

Rabu, 22 September 2010

Hidup Saya...

Nama lengkap saya Cecillia Luhulima. Saya tinggal di sebuah kota di Sulawesi Selatan, Indonesia bernama Makassar. Saya adalah anak ke-4 atau anak terakhir dari 4 bersaudara.  Kurang lebih hampir 13 tahun yang lalu saya sempat merasakan beberapa saat menjadi seorang kakak, atau lebih tepatnya adik saya lahir dan hidup hanya sehari pada tanggal 15 November 1997 silam. Adik laki-laki saya itu bernama lengkap Christian Daniel Luhulima. Ia lahir dan hidup hanya sehari dikarenakan penyakit darah tinggi yang di alami mama saya memaksanya keluar sebelum waktunya dan pada akhirnya tidak bertahan lama untuk hidup dan bernafas. Pada saat itu saya yang masih berumur 6 tahun tentu saja merasa sedih meskipun tidak terlalu mengerti arti dari kehidupan ataupun kematian. Kisah tentang adik saya adalah salah satu kisah yang mewarnai hidup saya dengan warna hitam. Noda hitam lain yang mewarnai kehidupan saya adalah kepergian papa saya yang hari ini 22 September 2010 tepat 2 tahun peringatan..

 Tanggal 19 Agustus 2008 papa saya masuk rumah sakit karena pencernaan yang kurang baik. Beberapa kali tugas jaga papa, sempat juga terjadi insiden dirumah sakit. Seperti papa yang sempat beradu mulut dengan seorang mantir "stress" yang sempat marah-marah sama saya sampai buat papa marah. Saat itu mantir marah karena keluarganya papa dipanggil untuk membahas satu dan lain hal tapi berhubung kakak saya yang tertua yang bertanggung jawab sedang tidak tugas jaga dan papa tidak mau itu dibahas kepada saya jadinya papa mencegah saya. Setelah 2 panggilan dari suster yang tidak kami tanggapi, 1 orang mantir datang dengan emosi ke bangsal tempat kami berada. Berteriak-teriak sehingga sangat mengganggu pasien lain. Sampai-sampai saat itu ada satu pasien yang baruu saja datang dan belum menempati tempat tidurnya terikut emosi melihat mantir "stress" itu di atas kursi rodanya. Gilanya si mantir hampir saja memukul pasien itu karena ikut campur. Untung saja keluarga pasien itu langsung mencoba menahan pasien itu sedang yang lain hanya terpaku diam melihat mantir gila ini. Setelah beradu mulut lagi dengan si mantir, saya meminta ijin sama papa untuk membiarkan saya ikut saja kesana daripada kedaan semakin parah. Saat ikut keruangan suster, saya sangat tegang dan berdoa dalam hati. Si mantir masih saja emosi dan masih bicara kasar sama saya tapi saya juga tangkis kata-katanya dengan tegas bahwa papa saya tidak boleh dimarahi karena bagaimanapun papa saya tetap saja PASIEN. Insidenpun berlalu dan membuat papa pada hari itu tiba-tiba makan banyak karena stress.
1 minggu berada di kelas ekonomi kamar salah satu rumah sakit di makassar membuat papa saya bosan dan melakukan "cara apapun" untuk keluar. Yah, dengan cara apapun. Tanggal 26 Agustus 2008 di suatu pagi saat saya sendiri yang bertugas menjaga papa terbangun dan bersiap diri. Tiba-tiba papa saya menyuruh saya untuk membeli makan pagi diluar sana. Saya sih kaget, dalam hati "papa kok mau ditinggal sendirian? Kalau bentar-bentar mau ke wc lagi pasti kan butuh pertolongan". Saya sih enggan tapi papa jadinya menyuruh. Saya turuti saja dan sepanjang hari itu pada akhirnya berlalu seperti biasanya. Keesokan harinya setelah beberapa kali pertukaran jaga saya agak kaget dengar kalau hari itu papa sudah boleh keluar dari rumah sakit. Yah, kami satu rumah senang tapi kaget juga. Ya sudah, papa pulang kerumah lagi meskipun sesaat sebelum meninggalkan rumah sakit papa pinjam wc rumah sakit lagi karena perutnya masih tidak enak. Saya sih tidak berdaya saja lihat papa saya yang sepertinya masih dalam kondisi lemah saat itu sudah harus pulang kerumah. Beberapa hari dirumah tidak ada perubahan dari sakit yang papa derita. Semakin baik tidak, semakin buruk, mungkin iya. Lalu kenapa papa bisa keluar rumah sakit? Singkat cerita, ternyata satu hari sebelum papa keluar rumah sakit saat saya sedang membeli makanan di luar, dokter datang untuk memeriksa papa and papa "bohong" sama dokter kalau keadaannya sudah membaik. Saya baru tahu kenapa papa saya menyuruh saya membeli makanan diluar pada saat itu.
Dengan keadaan papa yang tidak semakin membaik, semua setuju kalau papa harus balik kerumah sakit. Tapi papa sendiri tidak mau masuk rumah sakit, jadi kita semua tunggu keputusan papa saja. Awal rencana papa akan dibawa ke rumah sakit itu tanggal 13 September 2008 (saat itu hari sabtu). Saat itu papa terus menunda dan memang tampak dari sikap papa yang tidak mau meninggalkan rumah. Saya masih ingat raut wajah papa saat itu yang tidak ingin meninggalkan rumah tercintanya.
Akhirnya setelah ditunda, tanggal 15 September 2008 papa di bawa kerumah sakit dengan taxi. Saya masih ingat sesaat sebelum masuk taxi papa masih sempat melihat pemandangan rumah sekeliling sampai menyapa tetangga dan masuk kedalam taxi. Saat-saat seperti itu sih kita sering sebel sama papa. Saat-saat seperti itu kita tidak tahu apa-apa dan tidak mau berpikiran macam-macam. Padahal tanpa kita ketahui kalau saat itu adalah terakhir kalinya untuk papa melihat rumah kesayangannya dan saat itu hanya papa sendiri yang bisa merasakannya.
Sejak tanggal 15 September 2008 itu papa nekat mau dirawat di kelas dua dengan memakai kartu ASKESnya. Kami sekeluarga ikut saja apa kata papa yang penting papa senang. Seiring waktu berlalu dirumah sakit seperti tidak terjadi apa-apa. Hari-hari itu juga tiba-tiba mama jadi rajin kerumah sakit jagain papa padahal mama itu agak trauma rumah sakit. waktu papa di rawat di kelas ekonomi itu jangankan tugas jaga, jenguk papapun hanya satu kali. Untungnya papa sudah ngerti sikap mama yang satu itu kalau mama agak trauma rumah sakit. Tapi waktu papa dirawat dirumah sakit yang kedua ini, mama jadi mau jagain papa. Meskipun kamarnya kelas 2 tapi jujur saja tidak kalah pengapnya dengan kelas ekonomi. Tapi mama tetap rela jagain papa.
Hari-haripun berlalu. Keadaan papa semakin lama semakin buruk. Kakak yang paling tuapun jadi semakin aktif jagain papa dan sempat berapa kali ijin dari pelayanan. Hari-hari berlalu. Tanggal 20 September 2008 saya mengusulkan sama papa untuk menghubungi teman-temannya menjenguk dirumah sakit supaya papa terhibur. Beberapa waktu sebelum papa sakit, papa memang senang ngumpul dengan teman-temannya. Kadang teman-teman papa bertamu dirumah beberapa kali. Waktu papa masuk rumah sakit kelas ekonomi waktu itu papa memang tidak bilang-bilang karena takutnya kalau rame-rame datang jenguk malah bikin penat pasien yang lain. Jadi mungkin ini saat yang tepat. Saya pikir papa akan semakin senang ketika teman-temannya papa datang. Tanggal 20 September 2008 ada beberapa keluarga yang datang menjenguk. Beberapa hari itu papa memang sudah pakai selang untuk memasukkan makanan. dan di hari Sabtu itu papa sudah meminta dokter untuk melepaskan selangnya. Hari itu papa punya permintaan aneh-aneh. Tiba-tiba saja papa minta es batu dan jadi marah-marah. Malamnya saat teman-teman papa sudah janji datang, saya pikir papa akan semakin terhibur. Saya justru melihat sesuatu yang sangat menyakitkan. Saat semua teman-temannya papa berkumpul, papa justru mulai bercerita tentang hidupnya yang seakan sudah hampir berakhir. Saya coba bertahan disamping papa sambil mengusap air mata papa dan mendengar semua kesedihan papa itu. Sampai saya tidak tahan dan saya menyendiri karena jengkel melihat papa yang baru sekali seumur hidupku saya lihat papa tidak semangat hidup lagi seperti itu. Saya duduk di sekitar beranda rumah sakit dekat dapur. Dan itu untuk pertama kalinya  dalam hidup saya juga kalau saya jadi sangat benci melihat langit malam dan bintang yang bersinar pada malan itu. Saya sama sekali tidak ingin menengadahkan kepala saya ke atas dan melihat semua bintang-bintang menyebalkan pada malam itu. Sempat saya tumpahkan semuanya di buku catatanku kalau saya jengkel sekali lihat papa yang mulai putus asa untuk hidup itu. Sesekali saya menoleh kebelakang melihat keadaan kamar takutnya ada apa-apa. Saat itu saya sudah memikirkan hal terburuk dengan tidak sempat melihat papa untuk terakhir kalinya. Tapi jujur saya senang setiap kembali kekamar yang saat itu cukup penuh dengan teman-teman papa dan melihat papa masih ada dan berbicara meskipun dengan wajah tersedih yang baru kali itu saya lihat. Hari itu berakhir dengan suasana yang mencekam. Dihari itu emosi yang kurasakan juga semakin melunjak. Saya sering jengkel kalau papa suruh saya diam saat saya coba menghibur atau bertanya atau bercerita. Di hari itu sudah dipastikan saya jaga malam. Meskipun keesokan harinya hari minggu saya harus belajar dan bersiap diri untuk hari Senin hari pertama semester, tapi saat itu saya tetap pengen jagain papa. Tapi karena kejadian-kejadian kecil yang menggangu itu membuat saya semakin ngambek dan pada akhirnya dengan alasan mau istirahat banyak untuk persiapan belajar saya minta pulang dan betul-betul tidak mau jaga. Tanpa saya sadar bahwa keputusan saya saat itu membawa penyesalan sampai hari ini.
Hari minggunya tanggal 21 September 2008 saya datang pagi kerumah sakit sama mama. Dirumah sakit sampai sore, dan pulang menjelang malam karena mau ke gereja jam setengah 7 malam. Jujur saja saya justru lupa akan kejadian-kejadian apa saja di hari itu. Sebenarnya ada keinginan di hati saya untuk tidak pergi gereja dan tetap temenin papa sampai saya pulang malamnya. Tapi karena kejengkelanku masih terasa, jadi saya memilih untuk tidak mau mendengar papa marah-marah lagi dan pergi gereja dengan mama.
Saat sudah mau pergi, saya mengucapkan salam perpisahan dengan papa.
" Daag papaa.. "
Dengan lembutnya suara papa, papa menjawab
" Daag.."
Saat itu saya betul-betul memperhatikan matanya papa. Masuk kekedalaman mata papa. Meski hanya sejenak lalu saya katakan dalam hati, 'ini bukan mata yang terakhir'. Selama beberapa hari terkadang hal itu yang terus kupastikan selama di rumah sakit.
'Ini bukan mata terakhirnya papa yang saya lihat', kata-kata itu terus yang kuucapkan untuk menghibur diri.
Tanpa kuketahui bahwa sampai detik ini, mata yang kulihat saat itulah yang menjadi kenangan, kenangan atas pandangan tearkhirnya papa untuk saya...
Sampainya di gereja, ibadah memang terasa sangat lain. Lebih mencekam dibanding ibadah-ibadah sebelumnya. Pujian, penyembahan betul-betul nyanyian dari hati untuk kesembuhan papa. Saat khotbah, saya sama mama tidak merasakan apa-apa hanya ngantuk berat karena berhari-hari gonta-ganti jaga dirumah sakit. Waktu selesai khotbah dan mulai pujian saya rasa ngantuk itu mulai hilang. Tapi saat lagi penyembahan, tiba-tiba saja mama hampir jatuh karena ngantuknya yang saya tahu kalau sudah begitu berarti berat sekali. Tapi yang saya rasakan saat melihat mama saat itu justru saya ketawa sengakak-ngakaknya. Entah kenapa mungkin juga karena selama beberapa hari susah ketawa, tiba-tiba saja saya seperti tidak bisa berhenti ketawa karena liat mama yang kayaknya lucu sekali mengantuk dan hampir jatuh bahkan saat sudah berdiri dan menyanyi. Entah kenapa saat itu saya justru ketawa dengan senangnya karena terlihat sangat lucu. Padahal, hari ini, kenangan yang lucu itu menjadi air mata di ingatanku.
Sesaat sebelum pulang, ada misscall dari kakak yang paling tua. Pulangnya saya sama mama singgah di toko untuk beli handuk karena siapa tahu dibutuhkan sampai-sampai kakak misscall tadi.
Rencana awal, pulang gereja saya langsung pulang sedang mama kembali kerumah sakit. Pulangnya, ada tetangga mengedor jendela kamar. Saya sama mama segera saja panik dan berpikir ada apa dirumah sakit sampai tetanggapun di telepon. Bahkan tetangga sampai mengedor jendela kamar itu berarti sesuatu yang betul-betul gawat. Saat ketemu tetangga itu langsung saja dia bilang kalau tadi kakak yang paling tua menelepon kesitu katanya suruh datang kerumah sakit sama saya juga sekarang! Tidak tahu alasannya kenapa. Saya sama mama mencoba tenang. Saat itu yang saya rasa, saya tidak mau kehilangan papa. Saya tidak mau terlambat melihat papa. Saat masuk rumah, ada secarik kertas dari kakak saya yang kedua bertulis


Ma, kerumah sakit sekarang.
papa di ruang ICU



Saya dan mama kaget setelah membaca kertas yang ditaruh di atas meja itu. Saat itu saya rasanya langsung pengen nangis. Terus mama telepon kaka saya yang paling tua dan saya telepon taxi. Baru saja telepon, taxinya sudah datang tapi keterusan. Saya kejar taxi itu sambil lari di tengah rasa takut dan capek sampai hampir setengah lorong tapi taxi itu keburu jauh. Saya balik kerumah dan untungnya taxi yang saya pesan baru saja datang jadi taxi yang saya kejar tadi taxi yang lain. Saya dan mama langsung menuju ke rumah sakit. Saat itu entah kenapa malam menjadi macet tidak seperti biasanya dan taxi itu semakin lama dan membuat kami tidak sabaran. Didalam taxi saya dan mama hanya bisa terdiam-terpaku dengan pikiran yang macam-macam dan penuh ketakutan. Sampai di rumah sakit, segera saya dan mama menuju ruang ICU yang entah mengapa beberapa hari yang lalu menjadi salah satu perhatianku saat jalan-jalan dirumah sakit.
Jam menunjukkan kira-kira sudah pukul setengah 10 malam. Jam besuk sudah habis tapi pintu masih dibuka buat keluarga pasien yang sekarat. Dan rasa-rasanya yang memenuhi rumah sakit saat itu semuanya keluarga dan teman-temannya papa. Bisa dibilang saya sama mama orang terakhir yang datang dan ditunggu-tunggu.
Sebelum masuk sempat melihat kakak yang ketiga. Saat itulah betul-betul suasana terasa sangat suram dan mencekam. Ada apa ini? Semuanya terasa begitu sangat lain. Suasana hati yang terikut suram dan tak berpengharapan.
Masuk ke ruang ICU masih dengan busana gereja.
Dan untuk pertama kalinya melihat seorang ayah yang selama ini begitu tegar,
yang selama ini berdiri tegap dihadapanku,
yang selama ini pundaknya kujadikan penopang bebanku,
yang selama ini kulihat raut wajah senyum, tawa dan kemarahan dari wajah itu,
semuanya hilang..
Melihat seseorang yang SETIAP HARI hidup dan bernafas di jalur hidupku..
Melihat seorang ayah yang begitu sangat berarti dalam hidupku,

terbujur kaku dililit mesin dan semua peralatan..
Dikelilingi orang-orang yang berdiri menghadap padanya dan terisak..
Sesaat saya merasa berada di tempat paling menyakitkan dalam sepanjang hidupku..
Melihat kakak laki-laki yang tiba-tiba meledakkan tangisannya..
diikuti tangisan kakak ketiga yang langsung saja bersandar di bahu kakak saya yang laki-laki..
Seketika ku dipeluk dan meledaklah tangisanku melihat semua orang yang kusayangi menangis karena orang yang sangat berarti dalam sepanjang kehidupanku berada dalam kelemahan yang begitu hebatnya.
Nafas yang masih tersengah-sengah membuatku semakin sakit.
Sekan-akan ingin kukatakan, ambil saja nafasku jika begitu susahnya ia bernafas.
Ingin kutolong papa saat itu.. Membantunya bernafas karena selama ini ia telah membantuku bernafas...

Ingiiin rasanya aku yang mengambil derita yang dia alami itu..
Karena lebih baik aku merasakan sakit badan dibanding aku harus merasakan kehilangan satu lagi sosok seorang laki-laki dalam kehidupanku..

...

...

Papa melewati masa kritis selama kurang lebih jam 20:00, 21 September 2008 - 02:00 am.
Selama itupun masih besar keinginan dalam hati kami kalau papa akan melewati masa kritis, hidup lagi dan bisa sembuh.
Masih banyak hal yang belum kuceritakan pada papa saat itu.
Papa belum tahu kalau saya sudah dibaptis selam pada tanggal 27 January 2008

Pada akhirnya
Saat itu saya mengucapkan dua janji untuk papa saya
- Saya akan LULUS dalam Ujian Nasional karena saya tahu banyak orang yang tidak bisa melaluinya. Dan papa sangat ingin melihat semua anaknya lulus.
- Saya akan menuruti kata-kata mama, kakak-kakak saya.


Saya bisikkan itu di telinga papa saya. Saat itu dokter mengatakan kalau sebenarnya papa sudah tidak ada sejak awal sekarat tadi. Dan kali ini pernafasan papa itu semua hanya pertolongan mesin. Waktu dokter memeriksa pupil mata papa dengan senter, saya sendiri juga melihat kalau pupil mata papa tidak mengecil atau membesar lagi. Setelah dokter pergi, saya menatap kedalam matanya papa..


Mata itu sudah kosong..
Papa sudah tidak ada dalam tubuh yang bernafas itu...
Karena itu kami semua mengambil keputusan untuk membiarkan dokter mencabut semua alat pernafasan karena sesungguhnya papa sudah tidak ada..
Kami sekeluarga mengucapkan salam perpisahan sama papa..
Semua datang berdoa. Setelah amin, alat pertama dicabut.. namun papa masih bernafas.
Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk terus berada disampingnya papa.
Saat itu kakak yang ke-2 (laki-laki) belum sepenuhnya menerima kepergian papa..
Bagi dia dalam ilmu kedokteran, tidak ada kata menyerah.
Sebenarnya semuanyapun begitu. Tapi kami semua tidak mau melihat papa yang tersiksa karena alat-alat yang sangat menyiksa itu...
Akhirnya kakak yang ke-2pun rela melepas papa pergi..

Munurut keterangan mama dana saudara-saudara, beberapa hari yang lalu papa sempat ngomong agak ngawur. Katanya jam 2 papa mau dijemput. Waktu dengar itu sih mama diam-diam saja dan mama sempat kepikiran mungkin saja ada yang mau datang jenguk papa. Tapi jam 2 siang tadinya juga tidak ada siapa-siapa.. Dan akhirnya semua mengertilah...





Sampai akhirnya jam 02:00 am



papa dipanggil dengan lembut oleh-Nya..


Good bye, papa...

Secara persis kepergian papa dari nafas terakhir itu tidak ingin kulihat. Sama waktu kepergian oma dari papa yang hampir tepat setahun lalunya meninggal. 16 September 2007...


Itulah kepergian kedua dalam hidupku ..





thanks for visiting, I'll send an angel to you.. ^^

http://zaazu.com

FoLLow meeee....